Senin, 11 Januari 2010

KEUNTUNGAN ERP

Beberapa keuntungan penggunaan ERP dalam perusahaan :

  1. ERP membantu memperlancar proses bisnis dan membuatnya menjadi lebih mudah, murah, cepat dan efisien
  2. Menghemat biaya karena sistem ERP didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi dan menghilangkan duplikasi data.
  3. Mempercepat pengambilan keputusan karena sistem ERP merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan seluruh data dan informasi.
  4. Meningkatkan etos kerja karyawan, karena proses kerja tersusun sesuai dengan standar operasi perusahaan yang sudah dibakukan.
  5. Kontrol yang lebih akurat karena sistem ERP membantu dalam proses keluar masuknya arus barang.
  6. Manambah daya saing perusahaan, karena ERP dapat membantu dalam distribusi produk dan juga memberikan informasi yang cepat dan akurat bagi konsumen.

CRM

Banyak juga perusahaan yang tidak sadar akan pentingnya suatu hubungan kerjasama yang baik dalam menjalankan bisnisnya. Ketika perusahaan menawarkan produk yang mereka jual, mereka terkadang hanya berpikir kepada produk mereka telah terjual dan tidak memikirkan kelanjutan dari hubungan tersebut. Hal ini bisa terjadi karena adanya aspek kepuasan dari konsumen, atau dari produk – produk yang dijual merupakan suatu produk unggulan yang banyak diminati oleh konsumen, sehingga perusahaan tidak memikirkan dampak yang mungkin terjadi karena perusahaan tidak mempunyai kecemasan atau kekhawatiran akan ditinggal oleh konsumen. Ketika perusahaan baru menyadari dampak dari pentingnya penanganan hubungan kerjasama antara perusahaan dengan pelanggannya, dapat dibayangkan, seberapa besar keuntungan yang dilepaskan begitu saja ketika semuanya telah terjadi jika kita tidak memperdulikan keupasan dari konsumen. Untuk itulah, ada suatu jenis manajemen yang secara khusus memberikan solusi bagi perusahaan yang ada untuk menangani hubungan kerjasama ini. Manajemen tersebut adalah CRM ( Customer Relationship Management ). Tujuan utama dari CRM ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan ( behavior ) pelanggan. CRM mempunyai fungsi yang terbagi – bagi untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan, seperti sales, marketing, customer service, training, HRD, dan lain lain. Hal ini menjelaskan ciri utama dari sebuah CRM adalah mengintegrasikan bagian – bagian yang memiliki mata rantai dengan konsumen. Persaingan bisnis yang semakin ketat sekarang ini tidak hanya mengandalkan produk yang mereka hasilkan saja, tetapi juga didorong oleh kemajuan teknologi informasi, dimana kebutuhan akan sistem CRM akan semakin terasa diperlukan hari demi hari. CRM paling mendukung kegiatan front office, dimana bagian ini merupakan bagian yang menangani penjualan, marketing, maupun layanan service. Kegiatan – kegiatan tersebut sangatlah erat hubunganny dengan interaksi dengan konsumen. Data – data dari konsumen akan tersimpan dalam suatu knowledge database,dimana database ini dapat digunakan oleh para staff pengguna CRM untuk mendapatkan, meningkatkan, dan mempertahankan konsumen. Diharapkan dengan adanya penerapan CRM, perusahaan dapat mendapatkan konsumen yang lebih banyak, meningkatkan profit penjualan, serta dapat mempertahankan para konsumennya dengan menjalin hubungan kerjasama yang baik. Contoh mudah dari CRM adalah kartu alfamart, kartu diskon, kartu member.

next : keuntungan ERP

Minggu, 10 Januari 2010

Keuntungan CRM

Keutungan dari penerapan CRM adalah :

- Meningkatkan proses komunikasi. Perusahaan dapat meningkatkan proses komunikasi dua arah dengan pelanggan, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini akan memberikan keuntungan yang benefit kepada pelanggan.

- Memberikan informasi kepada pelanggan. Perusahaan memperoleh informasi agar bisa memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan sehingga pelanggan dapat memperoleh informasi yang bermanfaat bagi mereka.

- Perusahaan dapat meningkatkan management decisions dan profit. Keputusan manajemen menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan secara tidak langsung.

- Perusahaan dapat meningkatkan business growth dan support. Pertumbuhan bisnis menjadi lebih baik dan dapat mendukung proses bisnis.

ERP

Persaingan bisnis yang akhir – akhir ini semakin ketat telah membuat banyak perusahaan memulai untuk melakukan efisiensi terhadap segala kegiatan yang menyangkut operasional bisnisnya. Perlahan – lahan, namun pasti, perusahaan – perusahaan mulai menyadari bahwa jika semakin kompleks proses bisnis mereka, semakin besar kebutuhan perusahaan terhadap sistem yang bisa mengatasinya.

Banyak hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat bersaing dengan kompetitornya. Salah satunya adalah sistem manajemen yang baik, dimana sistem ini dapat melakukan monitoring terhadap segala aktifitas yang ada pada perusahaan, mulai dari proses back office sampai ke front office. Tidak heran jika perusahaan membutuhkan sebuah sistem aplikasi yang dapat memudahkan semua proses yang ada, dimulai dari kegiatan membeli bahan baku untuk perusahaan supplier, ketersediaan bahan baku, kegiatan menghasilkan produk, laporan keuangan, laporan pemasaran, laporan komplain pelanggan, dan sebagainya yang dapat dijadikan sebagai bahan analisis untuk mengambil keputusan. Oleh karena itulah, ada suatu sistem manajemen yang disebut ERP.

Dalam suatu sistem ERP, biasanya sudah terdapat beberapa modul software yang dapat saling berketaitan antara satu dengan yang lain. Sebuah database dalam sistem ERP biasanya mengandung semua data yang terdapat dalam module software yang meliputi, manufactring, supply chain management, financial, projects, human resource, customer relationship management, dan data warehouse.Dengan banyaknya modul yang terdapat pada sebuah sistem ERP, tak heran jika aplikasi ini dapat menurunkan banyaknya jumlah software yang dibutuhkan pada sebuah perusahaan besar. ERP juga dapat menghasilkan laporan yang terbagi dalam beberapa sistem secara lebih mudah. ERP juga dapat memudahkan manajemen tingkat tinggi, dalam melakukan fungsi analisa yang berlaku di suatu perusahaan besar, untuk mengindentifikasi trend yang berlaku di perusahaan sehingga sehingga dapat membuat keputusan secara cepat.

next : keuntungan CRM

Sabtu, 02 Mei 2009

DIAGRAM ALIR SMS-MO



SMS Mobile Originating (SMS MO)
SMS MO adalah proses pengiriman SMS dari MS ke SMSC.
Jika SMS terkirim ke MS akan mendapat report “message sent”, sementara jika gagal MS report yang terlihat adalah “sending failed”.

Diagram alir SMS MO:
1. MS membuat koneksi ke jaringan, sebagaimana dalam setup panggilan normal.
2. Jika otentikasi berhasil, MS akan mengirim SMS ke SMSC melalui MSC/VLR. Selanjutnya SMSC akan meneruskan SMS ke tujuan.

SMS Gateway
*Apa itu SMS Gateway?
SMS gateway adalah sebuah perangkat yang menawarkan layanan transit SMS, mentransformasikan pesan ke jaringan selular dari media lain, atau sebaliknya, sehingga memungkinkan pengiriman atau penerimaan pesan SMS dengan atau tanpa menggunakan ponsel.

Sebagaimana penjelasan diatas, SMS Gateway dapat terhubung ke media lain seperti perangkat SMSC dan server milik Content Provider melalui link IP untuk memproses suatu layanan SMS.

Sebuah sistem SMS Gateway, umumnya terdiri komponen Hardware ( Server/Komputer yang dilengkapi dengan perangkat jaringan) dan Software (Aplikasi yang digunakan untuk pengolahan pesan). Dan untuk sebuah sistem yang besar umumnya menggunakan Database untuk penyimpanan data.

Kedudukan SMS Gateway dalam Network GSM
Berikut ini adalah contoh kedudukan SMS Gateway di dalam jaringan milik operator beserta protokol komunikasi yang dipakai.


Dari gambar diatas terlihat bahwa SMS Gateway berfungsi sebagai penghubung yang melakukan relay sms antara ESME (External Short Message Entitiy) dan SMSC dan sebaliknya. Komunikasi antara ESME dan SMS Gateway dapat menggunakan protokol SMPP atau dengan HTTP, sementara ke SMSC menggunakan SMPP.

ESME adalah entitas luar yang dapat berupa server aplikasi penyedia layanan (Application Service Provider) yang dimiliki oleh Content Provider, aplikasi Perbankan, server polling, dan lain-lain yang dapat menerima pesan, memproses pesan dan mengirim respons atas pesan yang masuk , serta perangkat lain seperti email gateway, WAP proxy server , Voice mail server.

Diagram alir sms

Diagram Alir SMS Mobile Terminating.
1. A (misal: aplikasi) mengirim pesan ke SMSC
2. SMSC mengirimkan pesan ke SMS–GMSC.
3. SMS–GMSC menginterogasi HLR untuk informasi routing.
4. HLR membalas informasi routing ke SMS-GMSC.
5. SMS-GMSC meneruskan pesan ke MSC/VLR.
6. MS di-paging dan koneksi terbentuk antara MS dan network, sebagaimana dalam setup pangilan normal.
(Dengan demikian posisi MS diketahui dan apakah MS boleh berada dalam network / proses otentikasi).
7. Jika otentikasi berhasil, MSC/VLR mengirim pesan sms tersebut ke MS. SMS dikirim melalui kanal signaling SDCCH)
8. Jika pengiriman berhasil, delivery report dikirim dari MSC/VLR ke SMSC. Namun jika tidak, MSC/VLR akan menginformasikan ke HLR, dan failure report dikirim ke SMS–C.
Pada kasus pengiriman yang gagal, HLR dan VLR akan mendapat informasi “Messages waiting” yang menunjukkan ada pesan di SMSC yang menunggu untuk dikirimkan ke MS.
Informasi di HLR terdiri dari list SMSC pengirim pesan, sedangkan di VLR terdapat “flag” yang menunjukkkan apakah list pesan dalam keadaan kosong atau tidak.
Jika MS available dan siap menerima pesan, maka HLR akan memberitahu SMSC.

next : diagram alir SMS MO

ARSITEKTUR JARINGAN GSM


Dalam jaringan GSM umumnya ada beberapa perangkat pokok diantaranya :
1. BTS,
2. BSC,
3. MSC/VLR,
4. HLR dan
5. SMSC.

bingung?
tenang..ada penjelasannya kok ..

BTS / Base Transceiver Station
BTS berfungsi sebagai perangkat tranceiver untuk melakukan komunikasi dengan semua handset (MS) yang aktif dan berada dalam area cakupannya (cell). BTS melaksanakan proses modulasi/demodulasi sinyal, equalisasi sinyal dan pengkodean error (error coding). Beberapa BTS dapat terhubung dengan sebuah BSC (Base stasion Controller), sementara itu radius cakupan dari suatu cell berkisar antara 10 sampai 200 m untuk cell terkecil hinggal beberapa kilometer untuk cell terbesar. Sebuah BTS biasanya dapat melayani 20–40 komunikasi panggilan secara bersamaan.

BSC / Base Station Controller
BSC menyediakan fungsi pengaturan pada beberapa BTS yang dikendalikannya. Dinataranya fungsi handover, konfigurasi cell site, pengaturan sumber daya radio, serta tuning power dan frekuensi pada suatu BTS.
BSC merupakan simpul (konmsentrator) untuk menghubungkan dengan core network. Dalam jaringan GSM umumnya sebuah BSc dapat mengatur 70 buah BTS.

MSC / Mobile Switching Center
MSC berfungsi melakukan fungsi switching dan bertanggung jawab untuk melakukan pengaturan panggilan, call setup, release, dan routing. MSC juga melakukan fungsi billing (terhubung ke billing system) dan sebagai gateway ke jaringan lain.

VLR / Visitor Location Register
VLR berisi informasi user yang bersifat dinamis yang sedang “attach” berada pada jaringan mobile, termasuk letak geografis. Biasanya VLR terintegrasi dengan MSC.
Dari MSC sebuah jaringan seluler berkomunikasi dengan jaringan luar, misalnya : jaringan telepon rumah/Public Switched Telephone Network (PSTN), jaringan data Integrated Services Digital Network (ISDN),
Circuit Switched Public Data Network (CSPDN), dan Packet Switched Public Data Network (PSPDN).

HLR / Home Location Register
HLR adalah perangkat yang berisi data detail untuk tiap subscriber. Sebuah HLR umumnya mampu berisi ribuan sampai jutaan data pelanggan. Informasi yang ada di HLR antara lain Mobile Station ISDN Number (MSISDN), International Mobile Subscriber Identity (IMSI), profile service subscriber,dll. Untuk komunikasi dengan elemen jaringan lain, HLR menggunakan protokol MAP (Mobile Application Part)

SMSC / Short Message Service Center
SMSC mempunyai peran penting dalam arsitektur sms. SMSC berfungsi menyampaikan pesan sms antar Mobile Station(MS)/ HP, dan juga melakukan fungsi store-and-forwarding sms jika nomor penerima sedang tidak dapat menerima pesan. Didalam jaringanya sebuah operator dapat mempunyai lebih dari satu perangkat SMSC, sesuai besar trafik sms jaringan tersebut. SMSC dapat berkomunikasi dengan elemen lain seperti MSC, dan HLR dengan menggunakan protokol MAP. Seiring berkembangnya layanan, SMSC juga dapat berkomunikasi dengan server aplikasi menggunakan sebuah protokol yang cukup pupuler yaitu, Short Message Peer tio Peer Protocol (SMPP).

Next : diagram alir SMS

Welcome ~

This blog presented by me (of course!) for sharing my knowledge =)

I hope this blog will help us to know more about KM, and also i want to say big thanks to my KM lecture : Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc. and Win Ce, S.Kom., MM.

About me

Foto saya
jakarta, Indonesia
Bina Nusantara University S2 student, majoring at Magister Management Information System